Pengertian Teks Cerita Sejarah

pengertian teks cerita sejarah – Pengertian teks cerita peristiwa adalah kisah imajinasi yang ditulis dengan tokoh atau latar peristiwa yang amat terjadi. Meskipun imajinatif, teks ini senantiasa memuat peristiwa yang faktual, tetapi cuma digunakan untuk latar belakang dan beberapa unsur lainnya saja.

Pada dasarnya nyaris seluruh prosa atau novel dapat memuat nilai peristiwa jikalau jenis penulisan yang digunakan adalah jenis realis. Namun, kadar sejarahnya tidak akan sekuat teks cerita sejarah. Untuk menghilangkan kekaburan yang rentan terjadi, kami termasuk mesti tahu apa itu teks sejarah.

Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks peristiwa adalah postingan yang memuat cerita, kejadian atau momen yang amat pernah berjalan atau berjalan di masa lalu. Bedanya amat tahu bahwa teks peristiwa bukanlah cerita imajinasi, tetapi dapat disampaikan melalui jenis penulisan prosa non fiksi atau senantiasa dikisahkan melalui jenis penulisan sastra.

Tentunya, tertentu untuk teks yang satu ini kami mesti amat tahu apa yang dimaksud dengan peristiwa terlebih dahulu. Berikut adalah penjelasannya.pengertian teks cerita sejarah

Secara etimologis peristiwa berasal dari kata “syajaratun” (dibaca: syajarah) didalam bhs Arab yang artinya adalah pohon kayu. Makna pohon yang dimaksud adalah mengacu pada menggambarkan pohon tumbuh dari tanah ke atas, bercabang, menumbuhkan dahan, daun, hingga bunga dan apalagi buahnya. Kata peristiwa tersimpan arti perkembangan atau kejadian (Yamin, 1958, hlm.4).

Sementara itu, didalam bhs Inggris, peristiwa disebut dengan history. History berasal dari bhs Yunani yakni historia yang artinya apa yang diketahui gara-gara penyelidikan. Sehingga dapat diartikan bahwa peristiwa adalah pengetahuan yang berhubungan dengan bermacam momen yang berjalan di masyarakat melalui sistem penyelidikan.

Melalui asal muasal arti kata di atas kami dapat tahu bahwa peristiwa menyangkut suatu rentetan sistem terjadinya suatu pengetahuan melalui penyelidikan atau penelitian. Sehingga, peristiwa adalah rekam jejak momen yang diambil berdasarkan fakta yang pernah terjadi.

Pengertian Novel Sejarah

Sementara itu, novel peristiwa artinya postingan imajinasi atau prosa fiksi yang bertokoh dan/atau berlatar momen peristiwa yang ditulis pakai jenis novel yang artinya dibahas secara panjang lebar dan mendetail. Meskipun tidak amat merekam kejadian momen atau tokoh nyata, tetapi dasar sejarahnya ada.

Perbedaannya dengan teks cerita sejarah? Teks adalah arti umum. Bisa menjadi mengacu pada cerpen, novelet, atau justru skenario drama.

Perlu diulangi lagi bahwa kendati kisah didalam novel peristiwa adalah cerita imajinasi, latarnya kaya akan peristiwa nyata yang pernah terjadi. Misalnya bagaimana Pramoedya Ananta Toer menulis novel peristiwa “Bumi Manusia”. Apa saja latar peristiwa yang termuat didalam novel tersebut? Contohnya: Dulu Indonesia adalah Hindia Belanda dan pemerintahan selanjutnya amat pernah ada di masa lalu.

Dalam novel selanjutnya termasuk termuat kisah kekejamaan kolonialisme Belanda. Dceritakan pula mengenai pelanggaran hak asasi manusia, ketidakadilan pengadilan pada pribumi, nilai rutinitas istiadat Indonesia, dsb. Meskipun bukan rekaman fakta, tetapi bermacam kisah selanjutnya dapat ditelusuri kebenarannya melalui sejarah.

Dapat diartikan bahwa novel peristiwa adalah novel yang di dalamnya terdapat penjelasan dan cerita mengenai fakta kejadian masa lantas yang latar belakang terjadinya punya nilai kesejarahan tetapi disajikan berdasarkan imajinasi penulisnya.

Perbedaan Teks Sejarah dan Novel Sejarah

Simpulannya, teks peristiwa adalah fakta, waktu teks cerita dan novel peristiwa adalah imajinasi atas fakta. Sementara itu, selanjutnya adalah analisis bandingan perbedaan novel peristiwa dengan teks sejarah.

 

No. Teks Sejarah Novel Sejarah
1. Dituntut untuk menyajikan hal-hal faktual yang amat ada dan pernah terjadi. Bebas untuk menggambarkan suatu hal yang tidak pernah ada.

 

 

2. Sejarawan mesti untuk menyampaikan suatu hal sebagaimana adanya, cocok dengan realita, tidak boleh direka atau ditambah-tambahkan.

 

Novelis bebas sepenuhnya didalam menciptakan cocok dengan imajinasinya mengenai apa, kapan, siapa, dan dimananya, tetapi senantiasa punya keterkaitan dengan keadaan atau tokoh sejarah.
3. Hubungan antar fakta satu dengan yang lainnya mesti direkonstruksi, setidaknya melibatkan topografis atau kronologinya.

 

 

Imajinasi dan kebolehan mencipta pengaranglah yang mewujudkan cerita sebagai suatu koherensi yang punya jalinan dengan keadaan sejarah.

4. Sejarawan mesti dapat tunjukkan bahwa yang dibawakan pada masa kini dapat dilacak eksistensinya di masa lalu.

 

Tidak terikat pada fakta peristiwa sepenuhnya, terlebih bagi mengenai apa, siapa, kapan dan di mana, tidak butuh bukti atau saksi layaknya teks sejarah.
5. Sejarawan terikat pada fakta mengenai apa, siapa, kapan, dan di mana

Pelaku-pelaku, jalinan antarpelaku, kondisi, keadaan hidup, dan keadaan masyarakat secara universal mesti cocok dengan kenyataan yang terjadi.

Pelaku atau tokoh, hubungan, situasi, dan keadaan masyarakat dapat berasal dari imajinasi yang cuma punya relevansi dengan sejarah.

Novel peristiwa dikategorikan sebagai novel rekon atau novel ulang. Novel rekon terdiri dari tiga jenis, yakni:

Rekon pribadi, yang memuat keterlibatan penulis didalam momen secara langsung.
Rekon faktual, memuat kejadian faktual, eksperimen ilmiah, jurnal warta, catatan kepolisian, dsb.
Rekon imajinatif, memuat kisah faktual tetapi dikhayalkan lagi menjadi cerita yang lebih rinci dan menarik.

Tentunya novel peristiwa termasuk pada rekon imajinatif. Dimana peristiwa cuma menjadi dasar untuk bermacam unsur pembangun novelnya saja. Maka dari itu, tidak cuman nikmati ceritanya, amat perlu bagi kami untuk dapat mendapat Info apa saja yang amat faktual dan mana yang imajinasi dari novel sejenis ini.

Nilai-Nilai Novel Sejarah

Novel peristiwa banyak mempunyai kandungan nilai-nilai yang disajikan secara implisit (langsung) dan implisit (tidak langsung). Sebagian besar nilai yang dihasilkan masih cocok dengan kehidupan waktu ini atau dapat menjadi pembelajaran di masa ini. Berikut adalah nilai-nilai yang dapat ada didalam novel sejarah.

Nilai Budaya
Nilai Moral/Etika
Nilai Agama
Nilai Sosial
Nilai Estetis/Keindahan
Menentukan Hal Menarik dari Novel Sejarah

Kemenarikan yang terdapat didalam novel peristiwa akan menghasilkan bermacam pertanyaan yang menyenangkan untuk didiskusikan. Karena, kami akan konsisten dibikin penasaran oleh bermacam kejadian dan momen yang ada di dalamnya.

Benarkah kejadian layaknya itu pernah terjadi? Di mana? Apakah tokoh yang mengagumkan itu nyata? Novel peristiwa akan konsisten menggelitik rasa penasaran kita. Selain menghibur, novel jenis ini termasuk akan memperkaya pengetahuan kami akan peristiwa yang tentunya dapat menjadi pembelajaran bermanfaat bagi kami untuk hadapi masa depan.

Menentukan hal menarik dari novel peristiwa dapat dilaksanakan dengan langkah selanjutnya ini:

Kapankah latar dan waktu cerita didalam novel peristiwa tersebut?
Dimanakah latar novel peristiwa tersebut?
Peristiwa apa yang dikisahkan?
Siapa saja tokohnya?
Bagian mana yang menandakan bahwa novel itu adalah novel sejarah? (pisahkan pada fakta dan imajinasi)
Struktur Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah, layaknya cerita lainnya (novel, cerpen, dll) termasuk didalam kategori cerita ulang. Sehingga, baik teks cerita peristiwa ataupun novel peristiwa punya susunan teks yang sama, yakni: orientasi, pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, evaluasi, dan koda. Berikut adalah susunan teks cerita peristiwa menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 43).

Pengenalan keadaan cerita (orientasi, exposition)
Pada bagian ini, penulis jadi memperkenalkan latar belakang baik waktu, tempat, maupun lokasi dan awal mula kejadian atau peristiwa. Tokoh dan jalinan antartokoh termasuk jadi diperkenalkan dengan langkah yang cocok dengan kebutuhannya.
Pengungkapan peristiwa
Bagian ini mengungkap momen atau kejadian awal yang berpotensi menimbulkan bermacam masalah, pertentangan, atau kesukaran yang menghadang tokoh, terlebih tokoh utama (protagonis).
Konflik (rising action)
Disini berjalan peningkatan masalah, pertikaian atau momen lainnya yang sebabkan kesukaran tokoh turut meningkat pula.
Puncak Konflik (komplikasi)
Merupakan bagian yang paling mendebarkan, menghebohkan dan memuncak dari masalah, pertikaian atau momen lainnya yang dihadapi oleh para tokohnya.
Penyelesaian (resolusi)
Jika tidak diikuti oleh koda, kebanyakan bagian ini adalah akhir dari cerita (ending) yang memuat pengungkapan bagaimana tokoh utama dan tokoh lainnya merampungkan bermacam masalah yang menimpanya. Terkadang dapat melalui penjelasan maupun penilaian pada nasih dan sikap yang dialami oleh tokoh-tokoh yang terlibat didalam peristiwa.
Koda
Merupakan komentar yang mengulas lagi isi seluruh momen dan tingkah laku tokoh yang terlibat. Terkadang bagian ini menambahkan interpretasi amanat, tetapi tidak disarankan. Lebih baik biarkan pembaca menyimpulkannya sendiri. Bagian ini adalah opsional, kadang kala koda digunakan untuk sebabkan semacam teaser untuk buku lanjutannya, dsb.