Pengertian Seni Musik

pengertian seni musik – Kata “seni” adalah sebuah kata yang seluruh orang di pastikan mengenalnya, biarpun bersama dengan takaran pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata “sani” yang berarti “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Dalam bhs Inggris bersama dengan makna “ART” (artivisial) yang berarti adalah barang/atau karya dari sebuah kegiatan. Konsep seni terus berkembang bersamaan bersama dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan penduduk yang dinamis.

Pengertian Seni Musik

Beberapa pendapat tentang pengertian seni:

Ensiklopedia Indonesia :
Seni adalah penciptaan benda atau segala perihal yang gara-gara kendahan bentuknya, orang senang menyaksikan dan mendengar

Aristoteles :
seni adalah kekuatan sebabkan suatu hal didalam hubungannya bersama dengan usaha capai suatu target yang telah ditentukan oleh ide tertentu,

Ki Hajar Dewantara :
seni adalah indah, menurutnya seni adalah segala kelakuan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan berbentuk indah sampai mampu menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya,

Akhdiat K. Mihardja :
seni adalah aktivitas manusia yang merefleksikan kenyataan didalam suatu hal karya, yang berkat wujud dan isinya membawa energi untuk memunculkan pengalaman spesifik didalam alam rohani sipenerimanya.pengertian seni musik

Erich Kahler :
seni adalah suatu aktivitas manusia yang menjelajahi, menciptakan realitas itu bersama dengan symbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”.

Musik adalah salah satu tempat ungkapan kesenian, musik mencerminkan kebudayaan penduduk pendukungnya. Di didalam musik terkandung nilai dan norma-norma yang jadi anggota dari proses enkulturasi budaya, baik didalam wujud formal maupun informal. Musik itu sendiri mempunyai wujud yang khas, baik dari sudut struktual maupun jenisnya didalam kebudayaan. Demikian termasuk yang berjalan terhadap musik didalam kebudayaan penduduk melayu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 602) Musik adalah: ilmu atau seni menyusun suara atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk membuahkan komposisi (suara) yang membawa keseimbangan dan kesatuan, suara atau suara yang disusun sedemikian rupa supaya mempunyai kandungan irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang mampu membuahkan bunyi-bunyi itu).

Sehingga Seni musik adalah cetusan ekspresi perasaan atau asumsi yang dikeluarkan secara tertata didalam wujud bunyi. Bisa dikatakan, bunyi (suara) adalah elemen musik paling dasar. Suara musik yang baik adalah hasil hubungan dari tiga elemen, yaitu: irama, melodi, dan harmoni. Irama adalah pengaturan suara didalam suatu waktu, panjang, pendek dan temponya, dan ini memberi tambahan sifat tersendiri terhadap setiap musik. Kombinasi sebagian tinggi suara dan irama bakal membuahkan melodi tertentu. Selanjutnya, kombinasi yang baik antara irama dan melodi melahirkan bunyi yang harmoni.

Musik termasuk seni manusia yang paling tua. Bahkan mampu dikatakan, tidak tersedia peristiwa peradaban manusia dilewati tanpa musik, termasuk peristiwa peradaban Melayu. Dalam penduduk Melayu, seni musik ini terbagi jadi musik vokal, instrument dan kombinasi keduanya. Dalam musik gabungan, suara alat musik berfaedah sebagai pengiring suara vokal atau tarian. Alat-alat musik yang berkembang di kalangan penduduk Melayu di antaranya: canang, tetawak, nobat, nafiri, lengkara, kompang, gambus, marwas, gendang, rebana, serunai, rebab, beduk, gong, seruling, kecapi, biola dan akordeon. Alat-alat musik di atas membuahkan irama dan melodi tersendiri yang berbeda bersama dengan alat musik lainnya.

 

Pengertian Seni Musik

Kata musik berasal dari bhs Yunani yaitu mousikos, yang diambil alih dari keliru satu nama dewa Yunani. Mousikos dilambangkan sebagai suatu dewa keindahan dan menguasai suatu bidang seni dan keilmuan.

Pengertian seni musik merupakan suatu cabang seni yang pakai musik sebagai fasilitas untuk mengungkap suatu ekspresi pembuatnya. Sedangkan musik ialah sebuah seni yang pakai suara yang disusun sedemikian rupa yang supaya mempunyai kandungan irama, lagu, dan keharmonisan terutama terhadap suara yang dihasilkan dari alat-alat yang mampu membuahkan irama.

 

Sejerah Seni Musik

Musik telah tersedia sejak zaman di mana manusia pertama kali hadir. Perkembangan seni musik benar-benar pesat gara-gara banyaknya penemuan-penemuan baru terutama di bidang kebudayaan. Hal ini sebabkan peristiwa seni musik mesti dibagi jadi sebagian zaman untuk mempermudah tahu perkembangan seni musik. Sejarah seni musik mampu dibagi jadi enam zaman. Yaitu zaman prasejarah, abad pertengahan, zaman Barok dan Rokoko, zaman klasik, zaman romantik, dan zaman modern.

Musik Zaman Prasejarah
Musik telah dikenal sejak kehadiran manusia Homo sapiens yaitu lebih kurang 180.000 sampai 100.000 th. yang lalu. Tidak tersedia yang tahu siapa manusia yang pertama kali mengenal seni musik. Alat musik yang tertua adalah flute yang dibikin dari tulang yang telah dilubangi. Biasanya berasal dari tulang paha beruang. Flute selanjutnya diduga dibikin terhadap 40.000 th. yang lalu. Koleksi alat musik zaman purba paling banyak ditemukan di Cina yang berasal dari th. 7000 sampai 6600 sebelum masehi. Prasasti yang memuat lagu Hurrian yang bertanggal 1400 SM merupakan notasi musik tertua yang dulu dicatat.

Musik Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan (476-1572 M) seni musik kebanyakan digunakan untuk keperluan aktivitas agama Kristen. Namun, setelah adanya beragam penemuan-penemuan baru didalam segala bidang, manfaat musik termasuk berkembang tidak cuma untuk aktivitas agama. Pada zaman renaisance (1500-1600) muncul musik percintaan dan keperwiraan. Pada zaman ini musik Gereja mengalami kemunduran. Alat musik piano dan organ termasuk ditemukan terhadap zaman ini. Komposer yang hidup terhadap zaman ini adalah Léonin, Pérotin, dan Guillaume de Machaut.

Musik Zaman Barok dan Rokoko
Pada zaman Barok dan Rokoko (1600-1750) pemakaian ornamentik (hiasan musik) makin marah. Namun, terhadap musik Barok penggunaannya ditunaikan secara spontan sedangkan terhadap musik Rokoko penggunaannya dicatat dan diatur. Tokoh seni musik terkenal terhadap zaman ini adalah Johan Sebastian Bach. Beliau adalah pencipta musik koral untuk khotbah Gereja dan pencipta lagu-lagu instrumental. Sayangnya terhadap akhir masa hidupnya Sebastian Bach buta dan meninggal di Leipzig.

Musik Zaman Klasik
Setelah zaman Barok dan Rokoko berakhir, zaman klasik (1750-1820) muncul. Pada zaman ini, pemakaian dinamika jadi makin lembut, pergantian tempo bersama dengan accelerando (semakin cepat) dan ritarteando (semakin lembut), dan pemakaian ornamentik dibatasi. Komposer terkenal di zaman klasik adalah Johann Christian Bach, Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven.

Musik Zaman Romantik
Musik terhadap zaman romantik (1810-1900) benar-benar mementingkan perasaan yang subjektif. Musik terasa digunakan untuk mengungkap perasaan. Maka dari itu, pemakaian dinamika dan tempo makin banyak dipakai. Opera dan balet berkembang terhadap zaman ini. Komposer yang terkenal terhadap zaman ini adalah Ludwig van Beethoven dan Franz Schubert. Pada akhir zaman romantik, orkestra berkembangan benar-benar dramatis dan jadi budaya kaum urban. Tumbuh termasuk aneka keragaman teater musik yang baru layaknya operet, musik komedi, dan beragam wujud teater musikal lainnya.

Musik Zaman Modern
Pada abad ke-20, penemuan radio jadi langkah baru untuk mendengarkan musik. Musik terhadap zaman modern lebih berfokus terhadap ritme, gaya, dan suara. Namun musik terhadap zaman ini tidak mengakui adanya hukum dan peraturan. Penemuan perekam suara dan alat untuk mengedit musik memberi tambahan genre baru terhadap musik klasik. Dengan demikian, orang-orang makin bebas mengungkap ekspresinya lewat musik.

 

Pertunjukan Seni Musik

Pertunjukan seni musik adalah pengungkapan ekspresi secara fisik terhadap musik. Biasanya, setiap pertunjukan seni musik bakal disiapkan bersama dengan terstruktur dan terencana. Namun, kerap kali setiap pertunjukan dimulai, rencana mampu berubah. Karena sebuah pertunjukan mampu diimprovisasikan. Musisi bakal sesekali memberi tambahan improvisasi untuk sebabkan pertunjukan yang unik dan menarik.

Budaya Pertunjukan Seni Musik

Banyak budaya yang memuat tradisi kuat didalam pertunjukan maupun solo, layaknya terhadap musik klasik India dan tradisi seni musik barat. Pada budaya lain, layaknya di Bali, terkandung tradisi pertunjukan berkelompok yang kuat. Pertunjukan mampu berbentuk pemain solo yang pakai improvisasi untuk kesenangan spesial sampai yang benar-benar terencana dan tertata layaknya terhadap musik klasik modern, upacara keagamaan, festival musik, atau kompetisi musik.

 

Bentuk Pertunjukan Seni Musik

Pertunjukan seni musik mempunyai sebagian wujud atau langkah penyajiannya. Ada yang disediakan oleh seorang musisi, bersama dengan sebagian musisi, orkestra yang dihadiri banyak orang, dan penyajian bersama dengan musik elektrik. Semua pertunjukan seni musik ditunaikan bersama dengan benar-benar formal. Penonton dikehendaki untuk tenang dan tidak ribut. Namun, banyak penyajian musik elektrik yang ditunaikan secara tidak formal. Seperti terhadap konser-konser di ruang publik di mana pirsawan bebas teriak, menari, atau ikut menyanyi.

Persiapan Pertunjukan Seni Musik

Sebuah pertunjukan seni musik terutama yang bakal dipertontonkan oleh orang banyak, mesti ditunaikan bersama dengan baik dan sempurna. Ada sebagian kronologis aktivitas yang terorganisasi untuk menyiapkan sebuah pertunjukan seni musik. Hal yang mesti diperhatikan adalah kekuatan teknis, kekuatan berkomunikasi bersama dengan pirsawan (secara verbal maupun bersama dengan musik), langkah bersikap selagi tampil, menangani rasa gugup kala tampil, dll. Hal ini pasti butuh latihan secara tekun.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Aliran Seni Lukis

Pendidikan Seni Musik

Pendidikan seni musik punya tujuan untuk berikan peluang kepada peserta didik untuk berekspresi, berapresiasi, berkreasi, membentuk harmoni, dan menciptakan keindahan. Dengan demikian, mereka mampu membekali diri bersama dengan pengetahuan, keterampilan, dan prilaku yang mampu mereka pakai untuk menolong memecahkan permasalah hidup sehari-hari. Pendidikan seni musik termasuk mampu mengembangkan kepribadiannya.

Pendidikan Seni Musik dan Sikap Toleransi
Pendidikan seni musik dikehendaki mampu memfasilitasi dan mengakomodir keberagaman tiap-tiap individu peserta didik maupun keragaman budaya tiap-tiap daerah, serta budaya nasional didalam rangka menyikapi arus globalisasi. Pendidik mampu membentuk group didalam performan terhadap lagu daerah, supaya bakal menolong peserta didik untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan menumbuhkan sikap toleransi sesama mereka. Strategi ini mampu memberi tambahan pengalaman dan kesadaran, serta kepedulian peserta didik bakal keberagaman kultur, dan selanjutnya bakal kurangi prasangka terhadap etnis sesama peserta didik atau etnis group lain. Sehingga bersama dengan pengurangan prasangka justru bakal menumbuhkan sikap terbuka dan terjalinnya kerjasama, serta iklim kultur yang positif.

Pendidikan Seni Musik untuk Mengembangkan Kreativitas
Pendidikan seni musik mampu merangsang peserta didik untuk berkreativitas. Yaitu kreatif didalam berkreasi bersama dengan beragam alat musik atau suara vokal yang dimiliki. Aktivitas-aktivitas demikianlah tidak cuma membentuk kreativitas di bidang seni musik saja, tapi mampu mengembangkan pola pikir kreatif yang benar-benar berfaedah untuk merintis hidup di masa depan.