Pengertian Hipoksia

pengertian hipoksia – Hipoksia atau kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh merupakan suatu situasi yang berbahaya. Tanpa oksigen yang cukup, organ-organ seperti otak dan hati dapat mengalami rusaknya dalam pas singkat.Hipoksemia adalah suatu situasi ketika persentase oksigen rendah di dalam darah. Akibatnya, hipoksia terjadi, dikarenakan jaringan tubuh butuh oksigen yang cukup. Oleh dikarenakan itu, hipoksia dan hipoksemia kadang waktu dianggap sama. Ada 4 model utama hipoksia, yaitu hipoksia hipoksis, hipoksia anemik, hipoksia stagnan, serta hipoksia histotoksik.

Pengertian Hipoksia

Hipoksia hipoksik:
Kondisi ini berlangsung pas darah terhadap arteri tubuh kekurangan oksigen, dikarenakan terdapatnya penurunan sirkulasi udara di paru-paru. Tekanan oksigen pun menjadi lebih rendah di paru-paru dan darah arteri. Akibatnya, persentase hemoglobin yang terikat bersama dengan oksigen, lebih rendah dibanding situasi normal.
Hipoksia anemik:
Pada hipoksia anemik, tekanan oksigen dalam darah arteri memang normal. Namun, tersedia kekurangan hemoglobin. Akibatnya, oksigen yang diangkut dalam darah dan dibawa ke jaringan tubuh menjadi berkurang.
Hipoksia stagnan:
Pada model hipoksia ini, kuantitas oksigen dalam darah dan tekanannya normal. Hipoksia berlangsung dikarenakan kuantitas oksigen yang hingga ke jaringan tidak sebanding. Hipoksia stagnan disebabkan oleh penurunan laju peredaran darah yang sebabkan distribusi darah menjadi tersendat dan lebih lambat. Kadar oksigen yang hilang menjadi lebih besar dan berlangsung akumulasi karbon dioksida dalam jaringan tubuh.pengertian hipoksia
Hipoksia histotoksik:
Pada hipoksia histotoksik, sel jaringan mengalami keracunan. Meskipun persentase oksigen dalam darah normal, sel yang keracunan selanjutnya tidak dapat gunakan oksigen sehingga terjadilah hipoksia.
Hipoksia
Dokter spesialis Paru
Tanda dan gejala hipoksia
Terdapat empat tahapan hipoksia. Jumlah pas yang dihabiskan pada tahapan selanjutnya bersifat individual. Berikut ini penjelasan berkenaan keempat tahapan tersebut.
Asimtomatik atau tanpa gejala:
Pada umumnya, efek hipoksia terhadap bagian ini tidak disadari. Gejala utamanya adalah penurunan penglihatan terhadap malam hari dan kehilangan penglihatan terhadap warna. Kadar oksigen arteri biasanya berkisar pada 90-95%.
Kompensatorik:
Pada bagian ini, gejala hipoksia masih dapat dikompensasi oleh tubuh, melalui peningkatan laju dan kedalaman napas, serta detak jantung. Dalam situasi ini, persentase oksigen di arteri berkisar 80-90 persen.
Pemburukan:
Kondisi ini berlangsung ketika tubuh tidak dapat mengatasi kekurangan oksigen. Akibatnya, penderita hipoksia terhadap tahapan ini berisiko mengalami:
Sesak
Sianosis (perubahan warna kulit menjadi biru)
Mengantuk
Sakit kepala
Euforia
Agresi
Kesulitan dalam menilai dan mengambil keputusan
Penurunan koordinasi
Kesulitan laksanakan tugas sederhana
Penurunan kekuatan penglihatan
Rasa kebas atau mati rasa
Rasa panas maupun dingin secara tiba-tiba
Pada bagian ini, persentase oksigen dalam arteri biasanya berkisar 70-80 persen.
Kritis:
Penderita hipoksia dalam tahapan ini rentan terhadap kematian. Seseorang dalam situasi ini biasanya tidak berdaya secara fisik dan mental. Berikut ini gejala yang terlihat terhadap bagian kritis.
Kehilangan kesadaran
Kejang
Tidak bernapas
Dalam situasi ini, persentase oksigen dalam darah arteri tidak cukup dari 70%.
Penyebab hipoksia
Hipoksia hipoksik
Daerah yang tinggi sebabkan penurunan tekanan oksigen yang tersedia, sehingga oksigen yang masuk ke paru-paru berkurang.
Keadaan yang mencegah sirkulasi udara di paru-paru terhitung dapat sebabkan hipoksia hipoksik (penyakit paru seperti pneumonia, edema paru, asma, dan tenggelam)
Hipoksia anemik
Anemia akibat kehilangan darah secara akut maupun kronis
Keracunan karbon monoksida
Obat-obatan seperti aspirin, sulfonamida, nitrit
Penyakit anemia sel sabit
Methemoglobinemia
Hipoksia stagnan
Gagal jantung
Volume darah yang berkurang
Vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah)
Ventilasi tekanan positif yang terus menerus
Hipoksia histotoksik
Keracunan sianida
Konsumsi alkohol
Narkotika
Faktor yang tingkatkan resiko hipoksia:Beberapa aspek yang dapat mempengaruhi terjadinya hipoksia yaitu:
Merokok
Konsumsi alkohol
Kebiasaan mengkonsumsi kopi (efek kafeina)
Anemia
Obat-obatan seperti aspirin
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Pola makan
Kebugaran tubuh
Keadaan emosional
Demam atau penurunan suhu tubuh
Diagnosis hipoksia
Hipoksia sebabkan hipoksemia (kadar oksigen darah di bawah normal). Hipoksemia dapat didiagnosis melalui pengukuran pemikiran gas darah (mengukur persentase oksigen dari darah yang diambil) dan gunakan pulse oksimeter, suatu alat yang dijepitkan terhadap jari. Kadar oksigen dalam arteri yang normal adalah 94-99%. Oksigen tambahan diberikan ketika persentase oksigen di bawah 92%. Pemeriksaan faedah paru pun dapat dilakukan untuk melacak penyebab hipoksia.pengertian hipoksia

Cara mengobati hipoksia
Berikut ini tindakan medis terhitung penyembuhan untuk mengatasi hipoksia.
Pemberian oksigen tambahan secepat mungkin (terutama jikalau tersedia dugaan hipoksia otak), melalui:
Kanula hidung
Masker oksigen
Terapi oksigen hiperbarik untuk persoalan keracunan karbon monoksida perlindungan oksigen bersama dengan tekanan lebih tinggi
Ventilasi mekanik (intubasi dilakukan dan oksigen diberikan melalui mesin ventilator)
Pengobatan:
Ada sejumlah obat-obatan untuk mengobati hipoksia, yaitu:
Bronkodilator, untuk pasien bersama dengan penyakit paru-paru. Bronkodilator dapat sebabkan otot-otot pernapasan rileks. Sehingga, jalur napas menjadi terbuka.
Glukokortikoid untuk reaksi peradangan. Glukokortikoid dapat mengurangi reaksi peradangan, sehingga jalur napas yang awalannya sempit menjadi terbuka.
Mukolitik serta hidrasi yang cukup terhadap pasien bersama dengan sekret atau dahak. Mukolitik sebabkan dahak menjadi lebih encer sehingga lebih ringan dikeluarkan.
Cara mencegah hipoksia
Hipoksia dapat dicegah bersama dengan cara:
Menghindari situasi yang dapat turunkan konsentrasi oksigen di lingkungan sekitar
Menggunakan kanula hidung atau masker oksigen sebelum terjadinya hipoksia
Berhenti merokok
Menjalani pola makan yang sehat dan minum banyak air
Melakukan olahraga bersama dengan intensitas tengah seperti yoga
Apabila tidak ditangani segera, hipoksia dapat sebabkan komplikasi berupa:
Kerusakan otak dan paralisis (lumpuh):
Kadar oksigen yang rendah dapat sebabkan rusaknya terhadap sel saraf, sehingga berlangsung pergantian faedah otak. Komplikasi utama dari hipoksia adalah rusaknya otak dan kelumpuhan.
Mati otak dan situasi vegetatif:
Pada situasi vegetatif, faedah organ yang basic seperti bernapas dan membuka bola mata masih berlangsung bersama dengan baik. Namun, penderita tidak dapat menambahkan respons terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar. Selama situasi vegetatif, malnutrisi dan luka dekubitus (luka akibat berbaring amat lama) kerap terjadi.
Nekrosis atau kematian jaringan tubuh.
Inflamasi atau peradangan:
Kekurangan oksigen terhadap jaringan dalam jangka pas lama bakal sebabkan terjadinya peradangan terhadap jaringan tubuh. Peradangan selanjutnya dapat sebabkan pembuluh darah menjadi kaku, sehingga penderitanya menjadi lebih rentan terhadap serangan jantung dan stroke.
Hipertensi paru:
Hipoksia dapat sebabkan peradangan pembuluh darah paru-paru. Peradangan ini bakal tingkatkan tekanan darah di paru-paru. Jantung pun mesti bekerja lebih keras untuk mengatasi peningkatan tekanan darah ini. Jika situasi selanjutnya berlanjut terus, bakal berlangsung rusaknya terhadap jantung yang menyebabkannya tambah lemah.
Infeksi paru:
Infeksi paru seperti pneumonia terhitung mungkin berlangsung sebagai komplikasi dari hipoksia.
PrognosisPrognosis atau perkiraan pertumbuhan penyakit di era mendatang tergantung terhadap tingkat rusaknya otak yang terjadi. Tingkat kerusakannya tergoda oleh lamanya otak tidak mendapat oksigen dan nutrisi. Jika kekurangan oksigen berlangsung singkat, maka individu yang koma mungkin dapat lagi sadar dan faedah tubuhnya dapat kembali, baik secara penuh maupun parsial. Pada beberapa individu, kembalinya faedah tubuh disertai bersama dengan gerakan tubuh yang abnormal seperti gerakan kedutan atau sentakan, dan kejang. Semakin lama otak kekurangan oksigen, tambah lama individu selanjutnya tidak sadarkan diri dan tambah tinggi risikonya terhadap kematian atau mati otak.
Kapan mesti berkonsultasi bersama dengan dokter
Segera kunjungi dokter jikalau berlangsung situasi selanjutnya ini.
Sesak napas setelah aktivitas ringan atau pas istirahat
Sesak napas yang makin tambah parah ketika berolahraga
Terbangun secara tiba-tiba bersama dengan sesak napas atau perasaan tercekik
Cari perlindungan medis ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) jikalau menemui adanya:
Rasa sesak napas hebat yang terlihat tiba-tiba, dan situasi ini mempengaruhi kekuatan beraktivitas
Rasa sesak napas hebat disertai batuk, dan detak jantung yang cepat terhadap tempat yang tinggi
Apa yang mesti dipersiapkan sebelum berkonsultasi bersama dengan dokter
Hipoksia merupakan situasi yang berbahaya. Jika terkandung gejala seperti yang disebutkan di artikel, langsung membuat janji untuk berkonsultasi bersama dengan dokter.
Apa yang bakal dilakukan dokter terhadap pas konsultasi
Dokter bakal laksanakan beberapa langkah selanjutnya ini.pengertian hipoksia
Mendengarkan suara detak jantung dan suara paru-paru pasien
Melihat pergantian warna terhadap kulit dan bibir pasien
Melakukan pemeriksaan persentase oksigen pasien