Contoh Majas Pleonasme

contoh majas pleonasme – Apakah itu majas Pleonasme ?, Pada kesempatan ini akan membahasnya, meliputi ciri dan sudah pasti hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kami liat bersama dengan pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih mampu memahaminya.

Contoh Majas Pleonasme

Majas Pleonasme merupakan ungkapan gaya bahasa bersama dengan laksanakan penambahan keterangan pada sebuah suatu hal pengakuan yang telah sangat mengetahui maksud dan obyek didalam konteksnya. Penambahan ini dilakukan untuk mempertegas suatu anggapan atau ide kata-kata sehingga majas ini tergolong majas penegasan.

Pleonasme ini merupakan suatu karakter yang berlebihan, di mana kalau seseorang pakai dua kata yang berlainan tapi miliki kesamaan arti, meski sesungguhnya tidak perlukan ulang penambahan, baik untuk penegas ataupun hanya semata-mata gaya, itulah pleonasme.

majas pleonasme adalah keliru satu type majas yang berfaedah untuk menjelaskan suatu maksud yang telah miliki kepastian arti, tapi selamanya ditambahkan kata yang lain untuk mempertegas kesan yang idamkan disampaikan.

Jika didalam EYD, kata-kata yang punya kandungan majas pleonasme dapat diakui sebagai kata-kata yang tidak efektif. Kenapa mampu begitu? Ya, dikarenakan kalau kami pakai majas pleonasme pada suatu kalimat, maka didalam kata-kata berikut terkandung pemborosan kata.

Jadi, majas pleonasme sangat jarang digunakan suatu surat yang bersifat resmi maupun tidak resmi. Lebih seringnya digunakan didalam komunikasi sehari-hari dan juga pada suatu karya sastra layaknya teater, drama, pantun, puisi, dan lain sebagainya.

Ciri dan Penyebab Kalimat Dikatakan Pleonasme

Setelah mengetahui apa itu majas pleonasme, berikut ada enam dikarenakan terjadinya (sekaligus corak atau ciri khas ) kata-kata pleonastis:

Pada satu frase terkandung dua ataupun lebih kata yang bersinonim (persamaan)

Misal :

Mulai berasal dari kecil ia sesungguhnya nakal.
Demi untuk kekasihnya, dia senang laksanakan apa saja

Penjelasan :

Pada kata-kata pertama diatas “mulai” membawa makna yang sama bersama dengan “dari”. Dengan begitu, kata-kata (a) berikut harusnya hanya dikatakan : Mulai kecil ia sesungguhnya nakal atau Dari kecil ia sesungguhnya nakal.
Pada kata-kata ke-2 berikut “demi” membawa makna yang sama bersama dengan “untuk”. Dengan begitu, kata-kata (b) itu harusnya mampu dikatakan : Demi kekasihnya, dia senang laksanakan apa saja ataupun Untuk kekasihnya, dia senang laksanakan apa saja.

Bentuk jamak yang dinyatakan dua kali

Misal :

Semua buku-buku itu telah dulu aku baca.
Para siswa-siswa mengikuti upacara bendera.

Penjelasan :

Kata seluruh telah punya kandungan pengertian banyak. Sesuai bersama dengan kaidah bahasa Indonesia, harusnya seluruh benda yang terkandung dibelakang kata berikut tidak harus didalam bentuk jamak. Jadikalimat (a) berikut lumayan dikatakan : Semua buku itu telah dulu aku baca atau Buku-buku itu telah dulu aku baca.
Kata para telah punya kandungan pengertian banyak. Jadi kata-kata (b) itu mampu dikatakan : Para siswa mengikuti upacara bendera atau Siswa-siswa mengikuti upacara bendera

Makna suatu kata telah terkandung didalam kata yang lain pembentuk frase itu.

Misal :

Andi turun ke bawah.
Nani naik ke atas.

Penjelasan :

Kata “turun” juga membawa pengertian yang sama bersama dengan ke bawah. Jadi kata-kata (a) berikut mampu dikatakan : Andi turun atau Andi ke bawah
Kata “naik” pun juga membawa pengertian yang sama bersama dengan ke atas. Jadi kata-kata (b) berikut mampu dikatakan : Nani naik atau Nani ke atas.

Penanda jamak diikuti kata benda bentuk jamak

Misal :

Berbagai-bagai macam buah dijual di pasar.
Berbagai-bagai type sayur ditanam di sawah.
Baca Juga:  Sifat Jamur : Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Cara Hidup

Penjelasan :

Kata “berbagai-bagai” berarti sama benar bersama dengan “bermacam-macam”. Karena itu didalam sebuah kata-kata lumayan dipakai keliru satusaja. Karenanya kata-kata (a) mampu dikatakan : Berbagai-bagai buahdijual di pasar, atau Bermacam-macam buah dijual di pasar.
Begitu juga “berbagai-bagai” berarti sama persis bersama dengan “berjenis-jenis”. Karena itu didalam sebuah kata-kata lumayan dipakaisalah satu saja. Jadi kata-kata (b) berikut lumayan dikatakan : Berbagai-bagai sayur ditanam di sawah ataupun Berjenis-jenis sayur ditanam di sawah.

Salah satu unsur singkatan telah dinyatakan secara lengkap

Misal :

Persegi Bali FC memenangkan pertandingan.
Perhimpunan partai Golkar memenangkan Pemilu.

Penjelasan :

Akronim “Persegi” merupakan singkatan persatuan sepak bola Gianyar. Namun pada segi lain “FC” singkatan berasal dari football club yang berarti persatuan sepak bola. Jadi terkandung dua frase yang sama didalamnya digunakan sebuah frase yang lebih besar.
Akronim “Golkar” merupakan singkatan partai golongan karya, waktu kata golongan bersinonim bersama dengan “perhimpunan” ataupun juga bersama dengan “partai”. Jadi terkandung tiga frase yang sama didalam kata-kata digunakan frase yang kemungkinan lebih besar.

Hiponim

Misal :

Mereka pelihara beragam burung, layaknya burung nuri, burung kenari, dan burung cucak rowo.
Ayah menanam beragam sayur, layaknya sayur bayam, sayur wortel dan sayur kangkung.

Penjelasan :

Kata nuri, kenari, dan cucak rowo adalah hiponim berasal dari type burung. Jadi kata-kata pertama lumayan hanya dikatakan : Mereka pelihara berbagai, burung layaknya nuri, kenari dan cucak rowo.
Kata bayam, wortel, dan kangkung merupakan hiponim berasal dari type sayur. Jadi kata-kata ke-2 lumayan hanya dikatakan : Ayah menanam beragam sayur, layaknya bayam,wortel dan kangkung.

Contoh Majas Pleonasme
Contoh Majas Pleonasme Dalam Kalimat
Supir itu menepikan kendaraannya ke tepi dikarenakan ada masalah bersama dengan mesin.
Anak – anak itu mendongakkan kepalanya ke atas untuk lihat pesawat yang sedang melintas.
Nurwanto tidak mengetahui keberadaanku yang disebelahnya hingga ia menengok ke samping.
Pengemis berikut menadahkan ke-2 tangannya ke atas pada seluruh pejalan kaki yang melewatinya.
Sejak berasal dari kecil Novan menyukai permainan sepak bola.
Menara kota itu menjulang tinggi ke langit.
Pesawat itu tiba – tiba turun rendah berasal dari posisi asalnya.
Suasana malam ini sunyi senyap tidak layaknya biasanya.
Rita riang gembira lihat ayahnya pulang berasal dari Jakarta.
Kami dapat pergi menemui paman di kampung besok lusa.
Saya lihat kejadian itu bersama dengan mata kepala aku sendiri.
Sebuah menara yang baru dibangun di Jakarta, tingginya menjulang ke langit.
Entah kenapa sebuah helikopter yang melintas diatas kamu turun rendah berasal dari posisi semula.
Beberapa hari terakhir ini tidak tau kenapa setiap malamnya selamanya sepi sunyi.
Adikku sangat riang gembira dikarenakan diberikan sebuah hadiah oleh ibuku kala hari ulang tahunnya.
Satiap satu tahun sekali, aku dan keluarga selamanya singgah ke tempat tinggal nenek di kampung, dan pada tahun ini kami
Aku mengunjungi area wisata di bali, layaknya Tanah Lot, Pantai Kuta, Sanur, dan masih banyak lagi.
Ketika tubuhku tenggelam pada waktu kecelakaan laut yang kualami kemarin, aku sangat telah
menelan banyak air laut yang asin hingga lidahku mulai kelu.
Badannya tersungkur terkelembab masuk ke didalam lubang waktu sepeda motornya tersandung batu besar pada kecepatan melaju kencang.
Tadi malam aku bermimpi berada di sebuah negeri yang diselimuti salju putih.
Kami semata-mata keluarga miskin yang tak miliki apa-apa.
Ayah suka menggabungkan madu manis ke didalam jamunya.
Gadis yang cantik jelita itu adalah adik temanku.
Joni buru-buru naik ke atas pohon kala dikejar anjing.
Sedari tadi adik duduk manis di depan layar kaca televisi.
Bibi membeli banyak sekali kebaya wanita di toko milik sahabatnya.
Pencuri itu sedang dihajar habis-habisan oleh para warga masyarakat.
Petinju itu sedang saling baku hantam pukulan.
Andi sedang menepikan kendaraannya ke samping dikarenakan ban anggota depan mobilnya bocor.
Orang itu tidak mengetahui kalau aku sedang disebelahnya hingga dia menoleh kesamping.
Berbagai type macam macam majas ada didalam buku sastra Indonesia itu.
akan berangkat besok lusa.
Aku meyaksikan sebuah kecelakaan kereta api bersama dengan mata kepalaku sendiri.
Setiap hari senin, seluruh sekolah di Indonesia untuk laksanakan upacara bendera, hal itu bertujuan
untuk memperingati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Seluruh kepala keluarga yang tinggal di kampung aku ikut didalam kegiatan kerja bakti untuk membuat pos kamling.
Para nelayan yang menaiki perahu besar itu berhasil menangkap berpuluh-puluh ikan hanya bersama dengan sekali tebaran jala.
Beratus-ratus type hewan langka di Indonesia berkumpul di penangkaran itu.
Setiap ayahku pulang berasal dari luar kota, dia selamanya membawa beragam macam type buah dan sayur sebagai oleh-oleh.
Pamanku yang berada di kampung miliki sebuah peternakan untuk hewan berkaki empat layaknya sapi, kambing, kerbau, domba, dan lain sebagainya.
Toko milik keluarga Abdul menjual beragam macam barang-barang bangunan layaknya paku, cat, semen, dan lain sebagainya.
Ketika sekolahku mengadakan studi tour ke pulau Bali, disana kami mengunjungi pantai kuta, tanah lot, pantai sanur, bedugul, dan lain sebagainya.
Saat aku mengalami peristiwa tenggelam di laut tahun lalu, aku sangat telah meminum banyak sekali air laut yang rasanya asin itu, sehingga membuat lidahku kaku kelu.
Contoh Majas Pleonasme Dalam Pantun

Berikut ini adalah sebagian umpama majas pleonasme didalam suatu pantun.

Baca Juga:  Majas Personifikasi Adalah : Pengertian, Ciri dan Contohnya

Masak air bersama dengan mendidih
Minum air bersama dengan gelas
Andi terlentang jatuh kebawah
Ketika mentari naik keatas

Penjelasan :

Yang punya kandungan umpama majas pleonasme didalam pantun diatas adalah anggota isinya. Pada anggota isikan pantun berikut terkandung kata “jatuh kebawah”. Dari kata berikut miliki makna yang sama yaitu jatuh telah pasti kebawah. Kemudian juga terkandung kata “naik keatas”. Dalam kata berikut kalau kami naik ya pasti itu dapat keatas.

Contoh Majas Pleonasme Dalam Puisi

Hari Tua

Ketika umur telah mulai menua
Saat itulah semakin membuta
Dan juga dapat semakin menuli

Kau dapat melangkah maju kedepan bersama dengan lambat
Kau dapat kesulitan untuk mundur kebelakang
Tubuh tuamu tidak mampu untuk lari maju kedepan pula

Itulah yang dapat terjadi
Ketika hari tua telah datang
Dan dapat menerpa setiap orang

Penjelasan :

Dari karangan puisi diatas, anggota yang punya kandungan umpama majas pleonasme terkandung di bait ke-2 baris pertama yang berbunyi “kau dapat melangkah maju kedepan bersama dengan lambat”.

Kenapa kata-kata berikut temasuk kedalam type majas pleonasme? Yah, dikarenakan pada kata-kata berikut terkandung kata “maju kedepan”. Nah, setiap kali kami maju ya pasti kedepan. Jadi meski tidak dilengkapi kata “kedepan” maju itu telah berarti kedepan.

Lalu, terkandung juga pada bait ke-2 baris ke-2 yang berbunyi dan “kau dapat kesulitan untuk mundur kebelakang”. Sama halnya bersama dengan bait ke-2 baris pertama tadi, pada bait ke-2 baris pertama ini juga juga kedalam umpama majas pleonasme.

Dalam kata-kata berikut terkandung kata “mundur kebelakang” yang kata “mundur” sendiri telah berarti kebelakang. Jadi tidak usah pakai kata “kebelakang” pun telah bisa.

Dan terakhir terkandung pada bait ke-2 baris ketiga yang berbunyi “tubuh tuamu tidak mampu untuk lari maju kedepan pula”.

Kenapa kata-kata berikut temasuk kedalam type majas pleonasme? Yah, dikarenakan pada kata-kata berikut terkandung kata “maju kedepan”. kedepan saja telah berarti maju. Jadi meski tidak dilengkapi kata “maju” kedepan itu telah berarti maju.