Cerita Lucu

cerita lucu – Menjalani rutinitas sehari-hari kadang membawa dampak kami jadi capek dan tidak bersemangat. Karena itulah, penting untuk menyempatkan waktu sejenak untuk melacak hiburan. Ada banyak langkah menghibur diri, jadi dari nonton film, bercanda bersama dengan teman, atau sekadar membaca cerita-cerita lucu.

Beberapa cerita lucu ini disita dari hal-hal relate bersama dengan kehidupan. Bahasanya pun ringan dan santai, sehingga ringan dipahami banyak orang. Selain itu, cerita lucu ini juga tersaji bersama dengan singkat, sehingga tak mesti waktu lama untuk membacanya.

Nah, terkecuali kamu tengah melacak hiburan, tak ada salahnya membaca kumpulan cerita humoris lucu ini. Tunggu apa lagi?

Cerita Lucu

Berikut 15 cerita humoris lucu yang udah kami rangkum

1. Cerita penemuan yang hebat.

Seorang laki-laki mampir ke Institute of Science, daerah para peneliti memperagakan hasil penemuan mereka dan meraih hak paten bagi penemuan tersebut.

“Saya udah menemukan alat untuk membawa dampak manusia dapat berkata bersama dengan manusia lain di daerah yang berjauhan. Dan saya menamakan alat itu TELEPON,” katanya. Para hadirin terkagum-kagum.

Tak lama kemudian, mampir ulang dua orang bersaudara. “Kami udah menemukan alat untuk membawa dampak manusia dapat terbang seperti burung. Dan kami menamakan alat itu PESAWAT TERBANG.” Para hadirin semakin kagum.

Tiba-tiba, datanglah seseorang lagi. “Saya udah menemukan alat untuk membawa dampak manusia dapat berlangsung menembus dinding, kaca dan besi,” katanya. Para hadirin heboh dan langsung ingin tahu. “Dan saya menamakan alat itu PINTU.”

2. Cerita bos yang berwibawa.

Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk memandang kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, tampaknya ia tengah bersantai.

Semua pekerja yang ada di ruangan itu tengah repot bekerja, terkecuali dirinya. Si bos langsung menghampir pemuda selanjutnya dan bertanya, “Berapa gajimu seminggu?”

Dengan sedikit terkejut, pemuda itu memandang ke arah si bos dan berkata, “Hm.. kurang lebih 100.000 per minggu, kenapa memangnya?”

Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar duit 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, “Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak berkenan melihatmu lagi!”

Dengan keterkejutan luar biasa dan juga takut, si pemuda langsung meninggalkan daerah selanjutnya tanpa banyak bicara.

Lalu bersama dengan wajah berwibawa si bos memandang para stafnya yang sedari tadi menyimak adegan itu. “Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut?” tanya si bos.

Suasana menjadi hening hingga pada akhirnya seorang staf menjawab bersama dengan sedikit ketakutan, “Ia tak bekerja di sini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan.”

3. Cerita ramalan untuk katak.

Seekor katak pergi menemui seorang peramal untuk jelas apakah dia untung dalam urusan asmara atau tidak. Peramal itu kemudian membaca telapak tangan si katak dan berkata, “Aku mempunyai kabar baik dan kabar buruk. Mau dengar yang mana dulu?”

Si katak ingin mendengat kabar baiknya terlebih dulu.

Peramal pun berkata, “Kamu bakal berjumpa seorang gadis cantik. Dia bakal tertarik padamu dan ingin jelas segala suatu hal berkenaan dirimu. Dia ingin kamu terbuka padanya dan beri tambahan hatimu padanya.”

“Wah, itu hebat!” kata si katak. “Tapi, apa kabar buruknya?” tanya katak.

Peramal pun menjawab, “Kamu bakal berjumpa dengannya di kelas biologi.”

4. Cerita bolos sekolah.

Guru mengabsen murid di sekolah. Ternyata Delon tidak masuk. Tiba-tiba kepala sekolah memanggil guru yg tengah mengabsen.

Kepala sekolah: “Ini ada telepon.”

Guru: “Halo.”

Penelpon: “Halo, saya berkenan memberitahu bahwa Delon tengah sakit menjadi tidak dapat masuk sekolah.”

Guru: “Maaf ini dari siapa?”

Penelpon: “Ini dari papa saya.”

5. Cerita liburan yang udah usai.

Sebuah keluarga tengah pergi ke Disney Land. Setelah melewati liburan yang mengasyikkan dan melelahkan, mereka ulang ke rumah.

Saat mereka meninggalkan Disney Land, anak laki-laki melambaikan tangan dan berkata, “Goodbye, Mickey.”

Lalu si anak perempuan juga melambaikan tangan dan berkata, “Goodbye, Minnie.”

Kemudian si papa juga melambaikan tangan dan bersama dengan lemahnya berkata, “Goodbye, Money.”

6. Kisah dua bocah di tempat tinggal sakit.

Bocah 1: “Kenapa kamu di sini?”

Bocah 2: “Aku ke sini untuk operasi amandel.”

Bocah 1: “Jangan takut, waktu saya umur empat th. juga dulu dioperasi. Kamu cuma mesti tidur dan bangun-bangun dokter bakal memberimu es krim. Itu sebetulnya memadai menyenangkan.”

Bocah 2: “Hah… syukurlah. Kalau kamu ngapain ke sini?”

Bocah 1: “Aku berkenan sunat.”

Bocah 2: “Wah, semoga beruntung, kawan! Aku dulu langsung disunat waktu baru lahir dan sesudah itu saya tak dapat berlangsung sepanjang satu tahun.”

7. Kisah naik pesawat.

Tadi di pesawat disapa bapak-bapak yang duduk di samping:

“Mau ke mana, dek?”

“Surabaya, pak.”

“Wah, sama ya.”

“Lahh, iya kan kami satu pesawat, pak.”

8. Kisah umpama nama hewan.

Guru: “Murid-murid, cobalah berikan umpama nama hewan!”

Murid: “Gajah”

Guru: “Sekarang cobalah berikan umpama nama hewan lainnya.”

Murid: “Gajah lainnya.”

9. Kisah ditilang polisi.

Polisi: “SIM kamu mana?”

Cewek: “Hilang pak”

Polisi: “Hilang ke mana?”

Cewek: “Nggak tahu, pak. Sekarang bahagia ngilang-ngilang nggak ada kabar. Mungkin udah bosan. Hiks”

10. Kisah cuci motor.

Tadi berkenan cuci motor. Di depan ada tulisan ’24 Jam’ konsisten si abangnya nyamperin, “Neng nyuci?”

Aku bilang “Enggak bang. Di sini nyucinya kelamaan sampe 24 jam. Biasanya juga 1 jam. Kelamaan nunggu terkecuali gitu.”

11. Cerita dari Manado.

Sari: (ketakutan) “Mak, mana Bapak?”

Ibu: “Ke luar kota, kenapa kau?”

Sari: (dengan nada pelan) “Maaf ya, Mak. Kayaknya saya hamil, deh.”

Ibu: (kaget). “Apa? Apa kau bilang!”

Sari: (gemetaran). “Aku hamil, Mak.”

Ibu: (marah-marah sambil geleng-geleng kepala) “Hamil!”

Sari: “Iya, hamil!!”

Ibu : “Aaaahh, nggak mungkin! Kau bercanda sajalah! Pergi kau istirahat.”

Sari: “Tapi akhir-akhir ini, saya kerap muntah-muntah, Mak.”

Ibu: (rada cuek) “Aaaahh. Palingan cuma masuk angin aja kamu tuh. Pigi kau membeli minyak angin sana. Nanti juga sembuh.”

Sari: (tersedu-sedu) “Hikss, hikss. Tapi kenapa pula saat ini saya bahagia makan yang asem-asem ya, Mak?”

Ibu: (dengan kesal sambil teriak) “Berhentilah kau mengkhayal SARIPUDIN! Mamak tempeleng kau nanti ya! Laki-laki mana pula dapat hamil dan melahirkan!”

12. Kisah kacang mede.

Bu Dedeh sebagai penduduk baru di kompleks rumahnya, mampir ke tempat tinggal tetangga sebelahnya yang dihuni seorang nenek-nenek.

Ibu Dedeh: “Permisi nek. Perkenalkan, nama saya Bu Dedeh. Saya penghuni baru tempat tinggal yang paling ujung itu.”

Nenek : “Oh, tetangga baru ya! Mari…mari… masuk. Silakan duduk dulu.”

Ibu Dedeh : “Aduh nggak usah nek, cuman sebentar kok. Niatnya cuma berkenan mampir sebentar bikin silaturahmi, jadi menjadi ngrepotin.”

Nenek: “Nggak apa-apa. Masuk aja!”

Di meja area tamu si nenek terkandung banyak sekali makanan kecil. Di tengah-tengah obrolan, Bu Dedeh amat ingin mencicipi kacang mede yang ada di hadapannya.

Bu Dedeh: “Wah, kacang medenya kayaknya enak nih, nek. Boleh saya cicipi, ya?”

Nenek: “Oh, iya boleh. Silahkan!”

Awalnya cuma sebagian buah kacang mede, Bu Dedeh hingga habis satu toples saking enaknya rasa dari kacang mede tersebut,

Ibu Dedeh: “Waduh, maaf nek. Kacang medenya hingga habis nih saya makan.”

Nenek: “Oh, nggak apa-apa Bu. Nenek juga nggak dapat makan. Maklum gigi nenek udah nggak kuat. Jadi ceritanya nenek kan kerap dikirimi sama cucu nenek cokelat, tetapi nenek cuma dapat jilatin cokelatnya aja. Daripada kacang medenya kebuang, ya nenek kumpulin aja semua ke dalam toples itu. Kalau abis ya jadi syukur, nggak kebuang.”

13. Kisah brewok bapak.

Selama sebagian th. paling akhir ini Pak Iwan membiarkan wajahnya ditumbuhi janggut, kumis dan cambang yang lebat. Pada suatu hari, semua itu dicukurnya habis.

Sepulangnya dari tukang pangkas, dia memandang puteranya tengah bermain di depan rumah. Dia ingin tahu, apakah putranya tetap mengenalnya dalam keadaan klimis seperti itu. Karena itu, dia menanyakan pada puteranya, di mana tempat tinggal Pak Iwan.

Dengan ketakutan, anaknya berlari masuk ke dalam rumah, “Bu, Bapak udah mencukur brewoknya, dan kini menjadi lupa di mana tempat tinggal kita!”

14. Kisah kelebihan wanita.

Suatu waktu seorang anak perempuan menanyakan pada ibunya.

Anak: “Bu, apa sih kelebihan wanita itu?”

Ibu: “Ah, belum saatnya nak”

Anak: “Nggak berkenan nggak berkenan pokoknya jawab”

Ibu: “Nanti aja, kalo kamu udah kelas 6”

Anak: “Yaaaah ibu!”

Waktu berlalu, si anak saat ini udah kelas 6. Tanpa dikira oleh si Ibu, anaknya menanyakan ulang kelebihan wanita.

Anak: “Seperti janji Ibu 2 th. lalu, apa sih kelebihan wanita itu”

Ibu: “Ya, kayak kamu itu! Ngotot dan keras kepala”

15. Kisah makna mimpi.

Pada waktu bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, “Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi saya sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu berkenaan mimpiku itu?”

“Engkau bakal langsung mengetahuinya malam ini juga, Sayang,” jawab suaminya. Malam itu si suami beri tambahan kepada isterinya sebungkus kado.

Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri mengakses kado itu perlahan-lahan dan isikan kado itu adalah sebuah buku yang berjudul, “Arti-arti Mimpi”.